Amal jariyah adalah amal yang pahalanya akan terus mengalir walau yang beramal sudah meninggal dunia. Sehingga sangat beruntung bagi mereka yang mewakafkan hartanya untuk pesantren karena pahala besar akan terus mengalir selama pesantren dimana kegiatan menuntut ilmu, menghafal Al Quran terus berjalan dan para santri terus mengamalkan ilmunya.
Mewakafkan harta untuk pesantren tahfizh Al Quran adalah amal jariyah yang sangat besar dan mulia disisi Allah, dimana Al Quran yang dihafal, dibaca berulang-ulang berpahala kebaikan setiap hurufnya. Dan pahala itu akan didapatkan pula oleh mereka yang mewakafkan hartanya untuk pesantren tahfizh Al Quran. Ditambah pahala keutamaan-keutamaan Al Quran lainnya.
Pada tahap awal, tujuan penggalangan dana berupa wakaf tunai dari yaitu untuk pembebasan tanah dimana akan dibangun pesantren.
Pada tahap berikutnya wakaf tunai diperuntukkan pembangunan dan pengadaan fasilitas pesantren.
Wakaf Tunai senilai Rp 5 Miliar akan digunakan untuk pembebasan tanah, pembangunan dan pengadaan fasilitas dan sarana pesantren.
Tanah yang kan dibebaskan untuk pesantren adalah seluas 1531m2 yang berlokasi di Jl. Raya Bojong Koneng, Bogor.
Bangunan berupa masjid, kantor, asrama, ruang kelas, kantor, rumah ustadz, dll, total seluas 650m2. Parkir dan taman 350m2.
Fasilitas dan sarana yang dibutuhkan berupa furniture, komputer, multimedia, internet, serta peralatan dan perlengkapan lainnya.
Ustadz Hepi Andi Bastoni kelahiran 1975 ini menyelesaikan S1 di LIPIA Jakarta, sedangkan gelar S2 dan S3 dalam Manajemen Pendidikan Islam beliau peroleh dari Universitas Ibnu Khaldun, Bogor.
Aktifitas dakwah beliau sangat padat. Kegiatan dakwahnya tidak hanya mengisi kajian-kajian Islam di dalam negeri, tetapi hingga ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, China, Turki dan Dubai.
Selain menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi, beliau juga rutin mengisi kajian Islam di lebih dari 50 majelis taklim di Jabodetabek seperti di masjid-masjid, instansi pemerintah, perusahan swasta, perguruan tinggi, sekolah, dan lain-lain. Bahkan beliau juga sudah cukup lama aktif berdakwah secara online melalui media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram dan Whatsapp.
Beliau yang pernah menjadi pimpinan redaksi sebuah majalah Islam, hingga saat ini sudah menulis ribuan artikel untuk berbagai media, juga menulis 57 judul buku, dimana 13 diantaranya diterbitkan juga di Malaysia.
Santri adalah mahasiswa yang sedang kuliah di berbagai perguruan tinggi di sekitar pesantren yang ingin mengikuti program hafalan Al Quran secara intensif.
Masa program hafalan untuk setiap angkatan adalah 2 tahun. Setiap semester atau 6 bulan akan dilakukan ujian sesuai target yang harus dicapai.
Santri menguasai ilmu-ilmu standar, seperti Bahasa Arab basic, Hadits, Fiqih, Sirah Nabawiyah, Akidah dan Akhlak. Selain itu, selama dua tahun santri mampu menghafal 5-10 juz al-Qur'an. Bahkan, diharapkan santri dapat menyelesaikan keseluruhan 30 juz (jika memungkinkan). Mereka juga akan dibekali dengan penguasaan Media Sosial dan IT serta public speaking. Bagi yang berminat menggeluti dunia bisnis, kami juga menyiapkan tenaga mentor yang akan mendidik mereka menjadi pengusaha.